Jumlah Pengunjung

Note ^^

Halloo..^^ selamat datang di blog saya! Welcome to my blog! Silakan dilihat-lihat, dibaca-baca tapi jangan di copas! Di blog ini juga saya post fanfic-fanfic. Jangan lupa tinggalkan komentar setelah membaca artikel di blog saya! Kunjungi juga WP saya di safiraalhana.wordpress.com

Rabu, 15 Juni 2011

FF - Me and SHINee Part 12

Me and SHINee #12

Onew sudah pergi dari hadapanku. Kulihat mobilnya yang semakin mengecil di kejauhan. Aku masih syok dengan kejadian tadi. Seorang Onew SHINee menanyakan padaku, apakah aku sudah punya pacar? Tapi untuk apa ia bertanya seperti itu padaku? Entahlah, aku bingung dengan kejadian hari ini. Aku segera masuk ke apartemenku. Aku merogoh saku jaketku untuk mengambil handphoneku. Kucari nama Eun Hae di kontak. Setelah itu kutekan tombol hijau. Ya, aku meneleponnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------


Aku menelepon Eun Hae dan memintanya untuk datang ke apartemenku.
Ting tong..
Ah itu pasti Eun Hae. Aku beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu. Kubuka pintu apartemenku dan muncullah Eun Hae dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
"Eun Hae-ah! Ayo masuklah." aku membuka pintu lebar-lebar dan mempersilakan sahabatku itu masuk.
"Mianhae Eun Hae, aku menyuruhmu datang kesini malam-malam." aku duduk di sofa.
"Gwenchana~ Yuri. Aku tau kau pasti sedang ada masalah. Ceritakan padaku." kata Eun Hae.
Aku berjalan menuju dapur untuk membuat minuman. Eun Hae berjalan mengikutiku. Aku menghembuskan nafasku. Berusaha mengeluarkan beban yang ada di pikiranku.
"Hey, Eun Hae. Aku ingin bertanya sesuatu padamu." kataku memulai pembicaraan.
"Ne."
"Kalau seorang namja bertanya padamu, apakah kau sudah punya namjachingu, apa yang akan kau katakan?" tanyaku sambil menuang jus jeruk kedalam gelas.
"Kalau aku sudah punya namjachingu, sudah jelas aku akan menjawab 'aku sudah punya namjachingu'. Tapi kalau belum ya aku menjawab belum." jawab Eun Hae sambil menarik kursi di meja makan dan duduk diatasnya.
"Hm. Apakah seorang namja yang bertanya seperti itu menandakan bahwa ia menyukaimu?" tanyaku sambil menaruh gelas berisi jus jeruk ke hadapan Eun Hae.
"Ne, biasanya namja yang seperti itu memang menyukai(ku). Dan alasan mengapa ia bertanya seperti itu sudah jelas, ia ingin menjadi namjachingu(ku)." kata Eun Hae sambil mengaduk-aduk jus miliknya.
"Dan kalau namja itu seorang artis?" tanyaku.
"MWO?? Hey, Yuri-ah! Kenapa kau bertanya seperti itu padaku? Apa jangan-jangan...." Eun Hae menyipitkan matanya dan memandangku penuh selidik.
"Apa?" tanyaku berusaha tenang.
"Apa seorang namja telah menyatakan perasaannya padamu?" tanya Eun Hae.
Aku menunduk malu dan mengangguk. Kulihat Eun Hae yang tersenyum jahil padaku.
"YA!! Ceritakan padaku apa yang terjadi!" pinta Eun Hae sambil menaruh kedua tangannya ke atas meja.
"Kau tau Onew? Onew SHINee. Tadi aku pulang diantar olehnya. Saat tiba di depan gedung apartemenku....." aku mulai bercerita tentang kejadian yang sebenarnya.
"Yuri-ah, aku benar-benar tidak percaya. Onew....dia telah menyatakan perasaannya padamu. Aku...aku iri denganmu." kata Eun Hae sambil tersenyum jahil.
"Entahlah...aku bingung dengan semua ini. Apa yang harus kulakukan?" tanyaku frustasi sambil mengacak-acak rambutku.
"Jawab saja pertanyaan Onew oppa. Kau kan belum punya namjachingu. Uwaaa!! Aku iri sekali padamu!" seru Eun Hae sambil menutup mulutnya tak percaya.
Aku terkekeh melihat tingkah Eun Hae. Mianhae, Eun Hae. Aku membuatmu iri.
"YA!! Kau ada acara besok malam?" tanya Eun Hae.
"Tidak. Memang kenapa?" tanyaku balik.
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Sudah lama kita tidak pergi bersama." kata Eun Hae.
"Ne, aku bisa kok."
"Tapi kalau kau ada janji dengan Onew-mu, pergilah! Kita bisa pergi lain kali." Eun Hae berkata sambil menyenggol lenganku.
"Uhuk uhuk!!" aku yang sedang minum jus tersedak karena perkataan Eun Hae barusan.
"YA!! Aku lebih memilih pergi bersamamu daripada bersama Onew!!" teriakku jengkel sambil mengelus dadaku yang sedikit nyeri.
-----
Krrriiinnngggg!!!!!!
Suara nyaring jam beker membuatku terbangun dari tidurku. Aaarrrggghhh!!! Aku mengacak-acak rambutku dan kembali merebahkan tubuhku diatas kasur. Mataku pasti sudah menutup kalau saja teriakan jam beker itu tidak menggangguku lagi. Karena kesal, kubanting jam bekerku . Namun jam beker itu ternyata masih saja berbunyi.
"YAA!! Baiklah aku bangun!!" teriakku sambil menyibakkan selimutku. Kulihat jam bekerku yang sudah berhenti berbunyi. Aish menyebalkan sekali!
"Sepertinya kau tau aku sudah bangun, baguslah. Teriakanmu membuat gendang telingaku hampir pecah." gumamku masih melihat jam beker yang sudah tak berbentuk itu.
Aku beranjak menuju kamar mandi. Seingatku hari ini aku tidak ada kuliah. Hari ini aku berencana pergi ke mall untuk jalan-jalan. Ah ya! Lebih baik kuajak juga Eunhyuk oppa. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Semenjak ia lulus kuliah dan bekerja meneruskan usaha ayahnya. Tuan Lee adalah teman baik appaku sekaligus appa dari Eunhyuk oppa. Dari pertama aku bertemu dengan Eunhyuk oppa, aku sudah menganggapnya oppaku sendiri. Begitu juga Tuan Lee dan Nyonya Lee yang sudah menganggapku anak mereka sendiri. Aku sering memanggil orang tua Eunhyuk oppa dengan sebutan Eomma dan Appa. Karena selama aku di Korea, merekalah orang tuaku.
Aku berjalan keluar dari kamar mandi. Handphoneku berdering menandakan ada pesan masuk. Kubuka pesan itu yang ternyata dari Eunhyuk oppa.
"Ah, panjang umur oppa." gumamku saat membuka pesan itu.

From : Eunhyuk Oppa
Annyeong~ my lovely dongsaeng! Oppa ingin bertemu denganmu bisa tidak?

Kubalas pesan Eunhyuk oppa.

To : Eunhyuk Oppa
Ne, bisa oppa. Dimana?

From : Eunhyuk Oppa
Nanti kau akan tau, kujemput kau jam 10 di apartemenmu.

To : Eunhyuk Oppa
Ne oppa! :D

Kulihat jam di dinding kamarku. Sekarang masih pukul 8.45 a.m.
Ddrrtt...dddrrrttt. Ada pesan masuk.

From : Onew
Yuri ssi, aku ingin bertemu denganmu. Aku sudah di depan gedung apartemenmu. Turunlah...

Aku bergegas memakai sepatu ketsku dan berlari menuju lift. Entah kenapa, aku senang sekali Onew datang untuk bertemu denganku. Sampai di depan gedung apartemen, kulihat seorang namja memakai jaket coklat bersandar pada pintu mobilnya sedang melambai kearahku. Ya, itu Onew.
"Annyeong~ maaf aku merepotkanmu, Yuri ssi." sapa Onew.
"Annyeong~ Ya! Kau memang merepotkanku!" aku tersenyum geli karena perkataanku.
"Jinja? Maaf, maafkan aku Yuri ssi. Ehm, kau sudah makan?" tanya Onew.
"Ne ne, kau kumaafkan. Eh? Aku belum makan. Wae?"
"Sebagai permintaan maafku, akan kutraktir kau makan. Kajja!" Onew langsung menarik tanganku.
Kami memilih untuk berjalan kaki. Ia masih saja menggandeng tanganku. Aku malu dilihat orang-orang. Aish, biarkan saja Yuri! Ini kesempatan langka! Kami memasuki restoran burger yang tak jauh dari gedung apartemenku. Onew memilih meja yang dekat dengan jendela. Onew memesan burger dan secangkir kopi hangat. Sedangkan aku memesan sandwich dan segelas stroberi milkshake.
"Apa kau ada acara siang ini?" tanya Onew tiba-tiba.
Aku berusaha mengingat rencana kegiatanku hari ini, "Kurasa tidak."
"Baguslah. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan." kata Onew.
"Mwo? Apa kau tidak ada jadwal hari ini?" tanyaku.
"Tidak ada. Hari ini SHINee tak ada jadwal." jawabnya seraya tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.
"Oh. Baiklah." kataku.
Kami makan dalam diam. Onew sibuk dengan makanannya, sedangkan aku sibuk memandang keluar jendela sambil memakan sandwichku. Pandanganku berhenti pada satu titik. Ah, sepertinya kedua orang itu sangat familiar bagiku. Ketika kedua orang itu memasuki restoran ini, salah satu orang itu melihatku. Aku tersenyum melihatnya. Ya, itu Eomma dan Appa. Tepatnya Eomma dan appa Eunhyuk. Mereka berjalan kearahku. Kuletakkan sandwichku di piring
"Annyeong~ Eomma. Annyeong~ appa!" sapaku seraya berdiri dan membungkuk.
"Annyeong~ Yuri-ah!" ucap eomma dan appa bersamaan.
Aku memeluk mereka satu persatu. Aku baru sadar kalau ada Onew bersamaku.
"Eomma, appa. Perkenalkan ini temanku, Onew. Onew ssi, perkenalkan ini eomma dan appaku." aku memperkenalkan eomma dan appaku pada Onew dan sebaliknya.
Onew berdiri dan membungkuk, "Annyeong~ saya Onew, teman Yuri. Senang bertemu dengan anda."
"Ah ne ne." kata appa sambil menepuk-nepuk pundak Onew.
Eomma dan appa berpamitan pada kami setelah mendapatkan pesanannya. Ah, cepat sekali. Padahal aku ingin sekali mengobrol dengan mereka.
"Eomma, salam buat Eunhyuk oppa ya!" kataku. Eomma tersenyum lalu melambai kerahku.
Aku duduk kembali di kursiku dan memakan sandwichku. Onew juga kembali memakan burgernya.
"Benarkah mereka orangtuamu?" aku menoleh kaget ke arah Onew.
"Ah, mereka orangtuaku selama aku berada di Korea. Orangtua kandungku tinggal di Indonesia." jawabku.
"Berarti kau kenal dengan Eunhyuk?" tanya Onew membuyarkan lamunanku.
"Ne, dia oppaku." jawabku.
"Jinja?" tanya Onew tak percaya. Aku mengangguk.
"Hm, maksudku dia sudah kuanggap seperti oppaku sendiri." jelasku pada Onew.
"Ooh..." respon Onew.
"Kenapa? Oppa kenal dengannya?" tanyaku.
"Eh? Um, ya begitulah..." aku mengernyit mendengar jawaban Onew.
-----
Onew P.O.V

Duh! Kenapa aku harus bertemu dengan kedua orangtua Hyukjae sih! Sial sekali diriku! Jujur saja, aku masih membenci kedua orang tua Hyukjae. Merekalah yang membuat perusahaan appaku bangkrut 5 tahun yang lalu. Parahnya, ternyata Yuri kenal dengan mereka. Dan Yuri sudah menganggap orangtua Hyukjae seperti orangtuanya sendiri. Akh! Bagaimana ini? Padahal aku menyukai Yuri, tapi karena kehadiran keluarga Lee, aku jadi ragu dengan keputusanku untuk menyatakan perasaanku pada Yuri. Aku memang menyukai Yuri, bahkan bisa dibilang aku mencintainya. Tapi disisi lain aku sangat membenci keluarga Lee, yang menjadi keluarga Yuri selama ia berada di Korea. Aish... Bagaimana ini??
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
~TBC~
© 2011 Hanna Shawol


Note : Part ini ancur banget deh kayaknya. Maaf ya chingu kalo jelek. Soalnya kemarin aku lagi gak mood buat ngelanjutin nie fanfic. Selain itu aku lagi banyak kegiatan. Sekali lagi maaf ya kalau part ini mengecewakan kalian...buat Siprut, part ini spesial buat kamu (ada Eunhyuk nya sih, hehe). Makasih buat chingu semua yang udah baca, kasih kritik dan saran ke aku. Makasih banget... :D

2 komentar:

  1. ini masi ada lanjutannya ga chingu?????

    BalasHapus
  2. maaf, udah nggak ada lanjutannya chingu..aku udah kehabisan ide, hehe..

    BalasHapus

Please leave your comment here! Thanks :)
-Safira Alhana-