Jumlah Pengunjung

Note ^^

Halloo..^^ selamat datang di blog saya! Welcome to my blog! Silakan dilihat-lihat, dibaca-baca tapi jangan di copas! Di blog ini juga saya post fanfic-fanfic. Jangan lupa tinggalkan komentar setelah membaca artikel di blog saya! Kunjungi juga WP saya di safiraalhana.wordpress.com

Kamis, 28 April 2011

FF - Me and SHINee Part 4

Me and SHINee #4

Melalui gerak-geriknya yang menatapku tajam, bisa kurasakan ia cemburu padaku....
-----
Aneh sekali, mengapa Key menatapku seperti itu? Keningku semakin berkerut saat Key meletakkan gelas minumannya di meja, dan menghampiriku.
"Maaf, oppa. Aku harus pergi." kataku tanpa ba-bi-bu lagi.
Tanpa menunggu jawaban dari Onew, aku langsung berlari masuk ke aula dan mencari pintu keluar. Setelah sampai di ambang pintu, aku menoleh ke belakang. Tidak ada tanda-tanda Key atau Onew yang mengejarku. Aku berjalan pelan ke pintu keluar. Aku sedikit lega saat mengetahui bahwa di depanku sekarang adalah taman depan yang luas dan asri. Kulihat ada bangku taman di bawah pohon mangga. Kulangkahkan kakiku ke sana, dan duduk di bangku taman itu. Ternyata cuaca sedang tidak bersahabat. Udara di luar dingin sekali. Aku menyesal karena telah memilih baju yang tidak sesuai untuk cuaca seperti ini. Kurapatkan syal yang kupakai agar tidak kedinginan, walaupun ternyata syal tipis ini tidak mampu membuatku hangat. Satu-satunya yang kupikirkan saat ini adalah aku harus pulang. Kurogoh saku bajuku. Untung aku sempat membawa Handphone. Setidaknya itu membantuku untuk pulang ke apartemenku. Aku tidak ingin kembali lagi ke sana meskipun untuk mengambil dompet, tas atau pakaianku. Kejadian tadi benar-benar telah membuatku sangat takut. Dengan cepat kutekan nomor seseorang yang sangat kukenal. Aku harap ia mau membantuku untuk pulang.
"Annyeong, Eun Hae ssi. Ini aku, Yuri. Bisakah kau menjemputku sekarang di ..........." aku menelepon Eun Hae lalu kujelaskan dimana aku berada sekarang.
"Ne, gomawo, Eun Hae ssi." aku menekan tombol merah di Handphoneku.
Aku berdiri dari bangku taman itu, kupandangi sejenak taman di hadapanku ini. Ternyata taman ini sangat indah dan luas. Aku suka berada di taman ini. Namun karena aku ingat bagaimana keadaanku sekarang, aku harus pergi dari tempat ini secepatnya. Aku berjalan melintasi jalan setapak di pinggir taman, dan keluar dari taman itu. Aku berhenti di halte bus terdekat. Lima menit setelah aku menunggu di halte itu, sebuah mobil sedan berwarna hitam mengkilat berhenti di depan halte itu. Aku menghampiri mobil itu dan masuk ke dalamnya. Di dalam mobil Eun Hae bertanya padaku apa yang terjadi sehingga aku bisa berada di tempat itu.
"Ceritanya panjang sekali." kataku saat Eun Hae bertanya.
"Jangan lupa kau berhutang cerita padaku." katanya setengah tertawa.
"Tentu." jawabku singkat.
Mobil Eun Hae berjalan cepat sehingga dalam waktu kurang dari lima belas menit, mobil itu sudah sampai di depan gedung apartemenku.
"Gomawo, Eun Hae ssi." kataku sambil membungkukkan badan saat aku turun dari mobil itu.
"Ne. Hati-hati di rumah, dan jangan lupa ceritakan padaku besok, ya!" kata Eun Hae sambil tertawa kecil.
"Tentu." jawabku singkat.
Mobil itu kini telah hilang dari hadapanku. Segera aku berlari ke dalam dan secepat mungkin berlari menuju lift yang akan membawaku ke lantai 4 gedung ini.
-----
Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui kaca jendela kamarku yang tertutup tirai tipis. Membuatku yang masih asyik mengarungi mimpi, terbangun karena sinarnya yang menyilaukan mataku. Kulihat jam dinding di atas jendela itu, masih pukul 7 pagi. Itu berarti masih ada waktu untuk melanjutkan mimpiku yang terpotong karena sinar matahari pagi. Namun, kuurungkan niatku untuk kembali tidur. Kakiku masih terasa pegal, namun tidak menghambat langkahku pergi ke dapur untuk mencari camilan. Aku membuka pintu balkon kamarku dan duduk di kursi balkon sambil menikmati kentang goreng favoritku. Saat aku sedang asyik menikmati kentang goreng dan sinar matahari pagi, tiba-tiba ringtone Handphoneku berbunyi dari dalam kamarku. Dengan malas, aku berjalan menuju meja belajarku dan mengambil Handphone itu. Sederet nomor yang tak kukenal terpampang jelas di layar Handphoneku. Kutekan tombol hijau....
"Annyeong, Yuri ssi." sapa seseorang di seberang sana
"Annyeong, ne. Anda siapa?"
"Ini aku, Minho." jawab seseorang di sana.
"Minho oppa? SHINee ui Minho oppa ga aningayo?" tanyaku tak percaya.
"Ne, sasil." jawab Minho singkat.
"Ada perlu apa, oppa?"
"Bisakah kita bertemu di Jasmine Cafe, pukul 10 pagi nanti?" tanya Minho.
Aku melihat jadwal kuliahku yang tertempel di meja belajarku, "Oh, tentu. Kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal kuliah."
"Baiklah, gomawo, Yuri ssi. Annyeong."
"Ne. Annyeong." jawabku.
-----
Pukul 9.30 aku berangkat dari apartemenku menuju Jasmine Cafe yang letaknya tidak jauh dari gedung apartemenku. Karena itu, aku memilih jalan kaki saja. Pagi ini suasana agak sepi, karena ini hari Senin.
Setengah jam kemudian aku sampai di depan Jasmine Cafe. Kulihat jam tanganku, tepat pukul 10. Aku masuk ke dalam Cafe itu dan langsung menemukan seseorang yang kucari. Mudah menemukannya di cafe yang luas ini karena ia sangat mencolok. Baju berwarna biru kesukaannya, aku ingat itu. Aku menghampiri Minho lalu duduk di kursi di depannya.
"Annyeong." sapaku.
"Annyeong, Yuri ssi." jawab Minho sambil tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumnya.
"Ada apa, oppa?" tanyaku langsung.
Minho menatapku tanpa ekspresi. Tatapannya kosong, hampa. Keningku berkerut. Apa yang sebenarnya terjadi?
-----

~TBC~
© 2011 Hanna Shawol

1 komentar:

Please leave your comment here! Thanks :)
-Safira Alhana-