Jumlah Pengunjung

Note ^^

Halloo..^^ selamat datang di blog saya! Welcome to my blog! Silakan dilihat-lihat, dibaca-baca tapi jangan di copas! Di blog ini juga saya post fanfic-fanfic. Jangan lupa tinggalkan komentar setelah membaca artikel di blog saya! Kunjungi juga WP saya di safiraalhana.wordpress.com

Kamis, 28 April 2011

FF - Me and SHINee Part 9

Me and SHINee #9

Tubuhku terpelanting menghantam kaca depan mobilku karena seat bealt yang kupakai terlepas. Setelah itu, semuanya menjadi gelap...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Taemin P.O.V

Aku berjalan malas menuju ruang tamu apartemen kami (Baca : SHINee). Setelah duduk, aku langsung menyalakan laptop di atas meja. Malam ini aku ingin online. Bosan sekali, apalagi Key hyung belum pulang! Padahal aku ingin makan masakannya, huh!
Tiba-tiba ringtone handphone-ku berbunyi. Ada panggilan masuk, dari Key hyung. Kubuka flap ponselku.
"Annyeo..."
"Taemin-ah. Cepat ke Seoul International Hospital sekarang juga! Ajak juga member yang lain! Cepat!" Key hyung memotong salamku dengan nada suaranya yang terdengar panik.
"N-ne hyung..." aku segera mematikan sambungan telepon itu dan segera berlari menuju ruang tengah dimana ada Jonghyun hyung dan Onew hyung.
"HYUNG!!" aku berteriak memanggil kedua hyung-ku yang melongo menatap televisi. Sayangnya, teriakanku tidak mempan. Karena penasaran, aku menatap layar televisi.
"...telah terjadi kecelakaan antara mobil dan truk di jalan..." samar-samar kudengar reporter berita itu memberikan informasi tentang kecelakaan yang terjadi di jalan yang dekat dengan apartemen Yuri.
"...diketahui korban dari kecelakaan tersebut bernama Han Yuri..."
DEG !
Han Yuri?? Yuri noona?? Aku membelalakkan mataku tak percaya. Kulihat Jonghyun menunduk sambil memegangi kepalanya. Sedangkan Onew hyung berdiri sambil menutup mulutnya tak percaya.
"HYUNG!! Ayo kita ke Seoul International Hospital sekarang juga! Key hyung meminta kita untuk segera kesana," kataku setengah berteriak pada kedua hyung-ku itu. Mereka menoleh cepat ke arahku lalu segera berlari keluar apartemen tanpa mematikan televisinya terlebih dahulu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Key P.O.V

Disinilah aku sekarang, duduk di depan ruang UGD Seoul International Hospital. Jantungku berdetak tak karuan. Aku terus berdo'a untuk keselamatan Yuri. Samar-samar kudengar langkah kaki mendekat ke arahku. Aku mendongak. Dihadapanku sekarang sudah ada Jonghyun, Onew dan Taemin. Mereka bertiga duduk di sampingku. Onew hyung menepuk-nepuk pundakku lembut untuk menenangkanku. Sedangkan Taemin dan Jonghyun menunduk berdo'a untuk keselamatan Yuri.
"Dimana Minho?" tanyaku.
"Minho masih kuliah. Sebelum kesini aku sudah mengirimkannya pesan. Jadi ia akan menyusul," jawab Onew.
Aku mengangguk mengerti.
Pintu ruang UGD terbuka. Keluarlah dokter beserta seorang suster yang tadi menangani Yuri. Aku langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.
"Bagaimana keadaan Yuri, dokter?" tanyaku.
"Anda keluarga nona Han?" dokter itu kembali bertanya padaku.
"Saya temannya," jawabku.
"Nona Han mengalami patah tulang ringan di pergelangan tangan, kaki dan juga tulang tengkoraknya. Tapi sekarang keadaannya sudah membaik dan akan dipindahkan ke ruang rawat inap," kata dokter.
"Baiklah dokter. Terima kasih," ucapku sambil membungkuk. Dokter itu mengangguk dan pergi dari ruang UGD. Suster yang tadi keluar bersama dokter memintaku untuk segera mengurus administrasi Han Yuri. Aku berjalan mengikuti suster itu menuju ruang administrasi. Setelah selesai, suster itu memberitahuku bahwa Yuri sudah dipindah ke ruang 412. Aku mengucapkan terima kasih lalu pergi dari ruang itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yuri P.O.V

Kubuka mataku perlahan. Samar-samar kulihat ada seseorang yang duduk di sampingku sambil memegangi tanganku. Sepertinya dia tertidur. Dan ada 3 orang yang duduk di sofa dekat pintu.
"Dimana aku?" tanyaku sambil mencoba bangkit dari ranjang. Seseorang yang duduk di sampingku tersenyum lalu menahan tubuhku agar tidak bangun.
"Kau di rumah sakit, Yuri ssi. Jangan bangun dulu, keadaanmu masih belum baik," katanya sambil mengusap pelan puncak kepalaku.
"Key?" tanyaku pada orang itu.
"Ne, aku disini," jawabnya sambil tersenyum ke arahku.
Aku membalas senyuman Key.
"Kepalaku pusing sekali," kupegangi kepalaku dengan kedua tanganku.
"Tunggulah disini, aku akan memanggil dokter," Key keluar dari ruanganku untuk memanggil dokter.
"Yuri noona! Kau sudah sadar," pekik Taemin sambil berjalan kearahku. Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku Taemin. Taemin duduk di kursi sebelah ranjangku, lalu ia memegang tanganku yang tidak diberi selang infus.
"Taemin ssi..." kataku pelan.
Jonghyun dan Onew bangkit dari sofa lalu berjalan menghampiriku.
"Jonghyun ssi, Onew ssi..." kataku pelan sambil tersenyum ke arah mereka.
"Wah, kami ketiduran. Tidak sempat melihat Yuri noona membuka mata," kata Jonghyun sambil bersandar di tembok sebelah ranjangku. Aku tersenyum geli mendengarnya.
"Ah, akan kupanggilkan Minho hyung," kata Taemin lalu beranjak dari duduknya.
"Tidak usah, Taemin. Biarkan saja, dia pasti sangat lelah," kataku. Taemin mengangguk lalu kembali duduk.
Key datang dengan seorang dokter dan suster di belakangnya. Dokter itu menghampiriku dan mulai memeriksa denyut nadiku. Suster di samping dokter itu menyerahkan sebuah alat suntik kepada dokter. Kupejamkan mataku karena aku tak ingin melihat bagaimana jarum suntik itu menembus kulitku. Aku meringis kesakitan saat jarum suntik itu menembus kulit tanganku. Dokter mengoleskan sebuah kapas yang dingin ke bekas suntikan tadi, yang kurasa adalah kapas yang sudah ditetesi alkohol. Sebelum pergi, dokter muda itu berkata padaku.
"Obat suntik tadi bekerja untuk meredakan nyeri di tubuh anda yang terbentur, noona. Dan sepertinya keadaan anda cukup baik untuk orang yang baru mengalami kecelakaan," dokter itu tersenyum padaku lalu keluar dari ruang rawatku setelah pamit pada Key dan yang lain.
Key dan Taemin berjalan menghampiriku. Sedangkan Onew, Jonghyun dan Minho kembali duduk di sofa.
"Yuri ssi, sebaiknya kamu tidur. Ini sudah larut malam," kata Key yang diikuti anggukan oleh Taemin. Aku tersenyum lalu kupejamkan mataku.
Kurasakan selimut tebal yang menutupi setengah dari tubuhku kini naik hingga menutupi sebagian leherku. Tangan lembut Key mengusap pelan puncak kepalaku.
"Selamat malam noona, selamat tidur." ucap Taemin pelan.
"Selamat tidur, Yuri ssi. Nice dream..." ucap Key pelan lalu mengecup pelan dahiku.
Mataku sudah tidak kuat lagi. Akhirnya aku tertidur saat Key mengecup dahiku. Entahlah, tapi perasaanku sedikit tenang saat itu. Senyuman masih tersungging dibibirku walau mataku sudah menutup dan aku mulai berpetualangan di dunia tidurku....
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
~TBC~
© 2011 Hanna Shawol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please leave your comment here! Thanks :)
-Safira Alhana-